Siswi Kelas VI SD Diperkosa di Kebun Kosong

ilustrasi-pemerkosaan-1

 

Setelah Pulang Sekolah, Siswi Kelas VI SD Diperkosa

di Kebun Kosong

 

Kasus pemerkosaan kembali lagi menimpa gadis bawah umur. Salah seorang siswa kelas VI sebuah sekolah dasar di Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi korban pemerkosaan orang tak dikenal pada Senin (9/5) sore saat korban sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Pelaku melakukan aksi bejatnya di sebuah kebun kosong di Kampung Cakung RT 03/RW 05, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi.

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti, membenarkan telah menerima laporan tersebut dari orang tua korban. “Benar orang tua korban dari PSA umur 12 tahun telah melaporkan ke Polresta Bekasi Kota dan Selasa (10/5) siang yang bersangkutan diminta untuk visum,”.

Pada peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berinisial PSA sedang dalam perjalanan pulang sekolah menuju rumahnya di Kampung Cakung, Jatisari, Kec Jatiasih, Kota Bekasi. Korban yang duduk di kelas VI baru saja mengikuti tambahan pelajaran untuk persiapan UN SD pekan depan. Ia pulang ke rumah dengan bersepeda. 

Ayah korban, Amad (35), menuturkan, peristiwa tersebut menimpa anaknya sekitar pukul 15.00 WIB. “Anak saya waktu pulang dicegat orang tak dikenal, minta diantarkan ke sebuah alamat,” kata Amad. Permintaan pelaku rupanya sama sekali tidak memancing kecurigaan siswa kelas VI SD itu.

Mereka berdua kemudian langsung berboncengan naik sepeda yang biasa digunakan korban untuk sekolah. PSA saat itu dalam posisi dibonceng oleh pelaku. Selang beberapa saat kemudian, keduanya tiba di sebuah kebun kosong. Pada saat itulah, pelaku melancarkan aksinya. Pelaku memaksa korban melayani nafsu bejatnya dengan cara mengancam menggunakan pisau cutter dan golok. 

Usai melakukan tindakan asusila tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi dan menyuruh korban pulang ke rumah. Amad menyatakan, PSA kemudian pulang dalam keadaan menangis di tengah guyuran hujan. Ketika ditanya, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya. Kedua orang tua korban sontak kaget mendengar penuturan anak mereka.

Orang tua korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Jatiasih, sebelum akhirnya diminta ke Polresta Bekasi Kota. Korban juga telah menjalani visum pada Selasa (10/5) siang di RSUD Bekasi Kota. Orang tua korban mengatakan, setelah kasus yang menimpanya,  korban masih trauma dan belum bisa dimintai banyak keterangan terkait kejadian tersebut.

Kepada polisi, korban mengaku tidak mengenali pelaku. Namun, ia menyebutkan sejumlah ciri-ciri. PSA mengatakan, pelaku tidak memakai sendal, bertubuh kurus, hitam, tinggi sedang, rambut ikal, sudah tampak tua, serta dikatakan tubuhnya sangat bau. Kasus tersebut kini masih ditangani oleh Unit PPA Polresta Bekasi Kota.